Negara Myanmar Melakukan Isolasi Warganya

Negara Myanmar Melakukan Isolasi Warganya – Dalam upaya mencegah dampak negatif dari Virus Covid-19 yang sangat banyak di Dunia saat ini. Telah membuat salah satu negara di Asia Tenggara memberlakukan pengendalian warganya dalam upaya pencegahan virus tersebut.

Upaya ini pun Myanmar lakukan dengan memproses isolasi ataupun karantina untuk lebih dari 45 ribu orang di tempat tertentu. Rupanya semua masyarakat yang disolasi tersebut adalah pasien Corona, Orang terdekat dengan pasien dan juga buruh ataupun pekerja yang baru kembali ke Myanmar.

Usaha Negara Myanmar Melakukan Karantina Massal

Negara Myanmar Melakukan Isolasi Warganya

Memang untuk usaha yang satu iniĀ  dilakukan Negara Myanmar dalam sebuah gedung sekolah, biara, kantor pemerintahanĀ  serta kamar di apartemen yang semuanya diawasi dan diproses oleh relawan. Untuk beberapa pasien positif Covid 19 yang tak memiliki kasus ataupun hanya penyakit ringan tepat diharuskan di karantina ataupun dirawat di rumah sakit saja.

Upaya ini diberlakukan pemerintah Myanmar dalam memberantas semua wabah Virus Covid 19 yang sangat meresahkan semua negara termasuk Myanmar sendiri. Hal itu mereka tetap lakukan walaupun tak memiliki modal yang cukup. Namun upaya itu tetap diterapkan untuk mencegah penyebaran virus yang mematikan ini.

baca juga artikel menarik india mengalami kerusuhan tentang uu warga negara

Negara Myanmar Melakukan Isolasi Warganya

Sebagai informasi kasus pertama Covid di Myanmar ditemukan pada Maret 2020 di Pusat dagang dan ekonomi Myanmar. Sehingga dilaporkan per tanggal 24 September 2020 yang lalu telah terdapat 535 kasus baru dengan total 3 korban meninggal dunia. Mengenai total pasien positi telah terdapat 7.827 orang dengan meninggal sebanyak 133 orang.

Untuk itu sejak awal tahun ini kondisinya sangat memprihatinkan dengan kekurangan 330 unit kasur dilayanan intensif. Hal itu pun dikarenakan total penduduk Myanmar yang mencapai 54 juta jiwa. Sehingga sangat dibutuhkan sekali berbagai perlengkapan dan sarana kesehatan yang memadai untuk semua kebutuhan masyarakat Myanmar.

Lebih parahnya dilaporkan bahwa banyak sekali fasilitas di suatu daerah karantina yang tak didapatkan listrik ataupun air. Hal itu tentunya ditambah dengan pasien positif yang harus digabung dengan masyarakat yang belum menjalani pemeriksaan Covid 19 ini