India Mengalami Kerusuhan Tentang UU Warga Negara

India Mengalami Kerusuhan Tentang UU Warga Negara – Bukan pertama kalinya di India terjadi peristiwa pahit akibah kerusuhan. Namun tentunya peristiwa kerusuhan tersebut sangat banyak mengakibatkan korban jiwa terbesar dengan total 42 orang meninggal.

Semua itu bermulai dari sejak kungjungan Presiden AS Donald Trump mengunjungi India selama dua hari dari tanggal 23 Feb 2020 yang lalu. Disebutkan bahwa korban jiwa yang bukan hanya dari warga sipil tetapi juga polisi yang berjaga.

 India Mengalami Kerusuhan Tentang UU Warga Negara

Penyebab India Mengalami Kerusuhan

Semua kerusuhan itu bersumber dari UU kewarganegaraan yang kontroversi yaitu bernama Citizenship Amendment Act (CAA). Namun awalnya peraturan wn CAA merupakan revisi dari peraturan CAB yang sebelumnya telah berjalan sejak lama di India.

Namun sejak direvisi menjadi CAA pada tahun 2019 banyak warga India yang keberatan disebabkanmigran ilegal tidak bisa menjadi warga negara India jika belum bekerja ataupun tinggal di India selama 11 tahun.

Hal itu juga diperparah dengan informasi di dalam CAA yang tak termasuk dalam peraturan tersebut diantaranya adalah 6  Komunitas agama, seperti Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi dan juga Kristen. Itu pastinya menyebabkan banyak warga negara Pakistan, Afganishtan dan Bangladesh bisa dinaturalisasi menjadi warga negara.

Hal itu juga ditentang oleh kelompok Kontra yang menggangap UU tersebut sangat membedakan agama antara Muslim dan Non Muslin. Semua itu seharusnya tidak disahkan oleh pemerintah India.

India Mengalami Kerusuhan Tentang UU Warga Negara

mari ikuti artikel berikutnya tentang kejiwaan pelaku mutilasi akan diperiksa

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kerusuhan di  India. Semua itu pun dalam usaha mengkritik pemerintah yang membuat kepentingan pemerintah diatas kepentingan kepada setiap warganya. Untuk bentrokan ataupun kerusuhan itu terjadi selama 3 hari berturur turut sejak tanggal 23 Feb 2020 hinggal 26 Feb 2020 Di New Dehli.

Awalnya kerusuhan itu mengenai protes tentang UU warga Negara India. Akan tetapi semuanya tiba tiba berubah menjadi protes terhadap sekterian yang mengakibakan korban jiwa diantara agama mereka sendiri. Disebutkan bahwa kelompok pria dengan tongkat, besi dan batu berkeliaran di jalan. Itu ditambah dengan warga India Hindu dan Muslim yang akan saling berperang satu sama lain.

Hal itu tentunya mengakibatkan kekhawatiran terhadap warga sipil yang banyak menjadi korban akibat kejadian dan juga bentrok tersebut. Namun Hal itu akan diupayakan dalam pembicaraan dengan menyelesaikan masalah yang saatini terjadi