Gempa Terjadi Lagi Di Kepulauan Mentawai

Gempa Terjadi Lagi Di Kepulauan Mentawai – Gempa Bumi merupakan sebuah peristiwa alam yang tak mungkin bisa di atasi oleh semua orang dunia.

Hal itu pun telah membuat masyarakat Indonesia yang telah mengalami bencana alam ini pastinya menjadi trauma.  Untuk tanggal 19 Oct 2020 yang lalu telah terjadi gempa dengan kekuatan 5 magnitudo di Kepulauan Mentawai

Kronologi Gempa Terjadi Lagi Sampai 6x Di Sumatera Barat

Gempa Terjadi Lagi Di Kepulauan Mentawai

Tepat di Pulau Pagai Selatan di Kabupaten Mentawai Sumatera Barat siang hari dikejtkan dengan gempa dengan qty hampir 6 x  dalam periode yang berdekatan. Hal itu tentunya membuat takut para warga Mentawai yang membuat mereka berhamburan ke luar rumah.

Memang untuk gempa yang pertama kali dirasakan pagi hari ham 05.48 berkekuatan 5,1 RE dengan kedalaman 10km. Dan gempat selanjutnya pun dirasakan para warga jam 14.31 dengan kekuatan 5,6 SR dan dilanjutkan 16 menit berselang dengan kekuatan 5,7 SR.

Selanjutnya disore hari jam 15.14WIB dengan berkekuatan 5 skala richter. Selantjutnya di Pagai Selatan pun kembali digoyang gempat di jam 16.42WIB dengan 5.3 Skala Richter serta 3,7 skala richter untuk jam 21.15 WIB.

Dan kemudian menurut BMKG Sumatera Barat Rahmat Triyono bahwa gempat tersebut merupakan gempat tekntonik yang berkisar antara M 5,6 dengan koordinat pusat gempat 3.36 LS -100.29 BT – 3.31 LS -100.10 BT. Untuk lokasi pusat gempat berada di laut dengan jarak hanya 33 km Barat Daya Pulau Pagai Selatan Mentawai.

Gempa Terjadi Lagi Di Kepulauan Mentawai

Namun semuanya pun masih merupakan gemap yang sangat dangkal dan hanya disebabkan oleh pergerakan subduksi lempeng di kawasan Pagai Selatan. Hal itu pun tak menunjukkan tanda tanda terjadinya tsunami setelah gepa bumi itu dirasakan.

baca artikel berikutnya tentang gangguan begal meresahkan masyarakat

Untuk kerugian material dan juga korban jiwa belum diterima oleh pihak kepolisian dan masyarakat setempat juga masih dalam posisi aman terkendali. Tapi setiap masyarakat diharuskan menghindari bangunan dan juga bahan yang telah retak atas gempat yang sebelumnya terjadi itu untuk mendapatkan keselamatan yang terjaga