Bencana Banjir Menyerang Negara Komunis Korea Utara

Bencana Banjir Menyerang Negara Komunis Korea Utara – Sebanyak 5 ribu warga Korea Selatan dievakuasi diakibatkan oleh banjir parah yang telah menyerang negara Korut dalam dua hari belakangan ini. Total kerusakan rumah yang terkena dampak ini telah mencapai lebih dair seribu rumah yang rusak.

Semua informasi ini didapatkan oleh redaksi celiasue.com melalui siaran KCTV yang telah menampilkan berbagai titik banjir parah yang mengakibatkan banyak rumah terendam sampai batas atap rumah. Disamping itu juga terdapat berbagai fasilitas jembatan umum yang rusak yang telah melumpuhkan sarana transportasi darat KORUT.

Bencana Banjir Menyerang Negara Komunis Korea Utara

Bencana Banjir Menyerang Negara Komunis Korea Utara

Perlu diketahui juga salah satu faktor yang terjadi ini kemudian membuat banyak warga Korea Selatan yang kesulitan dalam hal pangan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Itu juga diarkibatkan sektor pertanian yang hancur lebur diakibatkan musim pancaroba di negara yang beribukota di Pyongyang tersebut.

Untuk salah satu bidang ini juga tengah diawasi dan juga telah dilaporkan kepada Presiden Kim Jong Un sebagai penguasa tertinggi di KORUT. Beliau juga telah memberikan mandat untuk menyalurkan berbagai bantuan dari kota kota lain menuju Provinsi Hamgyong Selatan.

Disamping itu dilaporkan juga bahwa pemerintah Korea Utara saat ini juga bersama sama dengan masyarakat mencoba dan mendukung semua pemulihan material dan keuangan nasional dengan cara pemulihan berbagai sektor terbesar yaitu pertanian.

Bencana Banjir Menyerang Negara Komunis Korea Utara

Tepat sejak bulan Juni 2021 Organisasi FAO yang merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB juga telah mengungkapkan bahwa Korea Utara akan mendapatkan masalah pangan dalam waktu dekat dikarenakan lumpuhkannya sektor pertanian di Korea Utara. Untuk kekurangan itu diduga bisa mencapai total minus 860.000 ton untuk sepanjang tahun 2021 ini.

Disamping itu disebabkan masalah bencana banjir ini semua sektor disebut telah mati dikarenakan tak berjalan sama sekali di Korea Utara. Masalah cuaca dan banjir kali ini di Korut merupakan yang paling parah sepanjang sejarah menurut Ri Yong Nam sebagai Wakil Kepala Badan Meterorologi Korea Utara,

Untuk hujan sendiri pun diduga akan terus terjadi di berbagai wilayah provinsi Korut sampai dengan tanggal 10 Agustus 2021 dan semuanya berpusat pada wilayah pantai timur KORUT. Akan tetapi Pemimpin Kim Jong-Un juga telah dengan segera mengambil langkah cepat dan darurat dalam mengatasi masalah banjir yang menyerang negara yang menganut sistem Komunis di Asia Timur