Bekas Negara Pecahan Uni Soviet Menarik Dubes dari Belarusia

Bekas Negara Pecahan Uni Soviet Menarik Dubes dari Belarusia – Tepat dihari ini ketika tanggal 7 October 2020 beberapa negara pecahan uni soviet yaitu Estonia dan juga Latvia melakukan penarikan untuk Duta Besar Negara mereka dari Negara Belarusia.

Hal itu pun dilakukan untuk tekanan tak menentu dari negara tersebut kepada Lithuania serta Polandia yang mengkritik pimpinan Negara Belarusia Alexander Lukashenko.

Protes Terhadap Bekas Negara Pecahan Untuk Belarusia

Bekas Negara Pecahan Uni Soviet Menarik Dubes dari Belarusia

Semua itu mereka lakukan berdasarkan tuduhan tak menentu ketika diadakannya pemilu preside pada tanggal 9 Agustus 2020 yang sukses dimenangkan oleh Alexander Lukashenko.

Mengenai negara Belarusia lalu memberikan penuduhan terhadap Lithuania serta Polandia atas dasar mencampuri urusan mereka dengan menampung beberapa pimpinan oposisi yang sebelumnya melakukan penolakan terhadap hasil pemilu presiden tersebut.

Untuk itu Belarusia kemudian melakukan pemanggilan terhadap duta besar Polandia dan juga Lithuania pada tanggal 2 Oct 2020 yang lalu dalam usaha konsolidasi dan permintaan penghapusan yntuk negara Uni Eropa tersebut di Kedutaan Belarusia.

baca juga artikel berikutnya tentang pembantu bekerjasama dengan begal

Akan tetapi kedua negara tersebut melakukan penolakan yang akhirnya pun melakukan pemangilan duta besar mereka ke Belarusia dalam hal memperkecil ketegangan regonal tersebut. Akan ttetapui menurut Negara Estonia hal itu malah tak berdasarkan akal logika dan juga tak menguntungkan.

Protes Ke PBB Dan Pemberian Sanksi Tegas

Bekas Negara Pecahan Uni Soviet Menarik Dubes dari Belarusia

Dan untuk proters terhadap tindakan dari Negara Belarusia ini mereka pun akan segera memulangkan beberapa DUBES mereka yang sedang berkedudukan di Belarusia. Sebagai informasi banyak sekali lawan partai Lukashenko yang telah melakukan penuduhan atas kecurangan hasil pemilihan suara dengan memperpanjang masa pemerintahannya di Belarusia sampai 26 tahun.

Untuk itu banyak sekali bekas negara Uni Soviet yang kemudian melakukan protes serta rencana untuk mengadukan permasalahan tersebut kepada Lembaga Partai Bangsa Bangsa PBB. Semua itu pun didukung dengan adanya persetujuan dari Amerika Serikat atapun AS dan juga UNI Eropa mengeluarkan serta memberikan sanksi tegas kepada negara yang beribukota di Minsk tersebut.